Made byBobr AI

Strategi Penanganan Kekeringan Banyuwangi 2026

Rekomendasi dan strategi BPBD Banyuwangi untuk penanganan kekeringan dan karhutla musim kemarau 2026 berdasarkan analisis risiko dan data BMKG.

#kekeringan#banyuwangi#bpbd#mitigasi-bencana#karhutla#kemarau-2026#manajemen-risiko
Watch
Pitch
PEMERINTAH
KABUPATEN BANYUWANGI
Dokumen Resmi
REKOMENDASI & STRATEGI
PENANGANAN KEKERINGAN
Proyeksi Prioritas Berdasarkan Prediksi
Musim Kemarau 2026 — Kabupaten Banyuwangi
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
KABUPATEN BANYUWANGI  |  APRIL 2026
Made byBobr AI
Agenda / Daftar Isi
STRUKTUR DOKUMEN
Rekomendasi, Proyeksi & Strategi Penanganan Kekeringan 2026
01
DATA KAWASAN RAWAN
Peta Bahaya Kekeringan & Kebakaran Hutan/Lahan
02
REKOMENDASI
Rekomendasi BMKG & Kajian Risiko Bencana 2024–2029
03
PROYEKSI PRIORITAS
Distribusi & Pembahasan Prioritas Penanganan Kekeringan 2026
04
PROGRAM & STRATEGI
Matriks Program–Lokasi–Intervensi & Kemitraan Publik–Swasta
Made byBobr AI
I
BAB I
DATA KAWASAN
RAWAN BENCANA
Peta Bahaya Kekeringan & Kebakaran Hutan
dan Lahan — Kabupaten Banyuwangi
Made byBobr AI
PETA BAHAYA KEKERINGAN
Kabupaten Banyuwangi — Sumber: Kajian Risiko Bencana 2024–2029
PEMERINTAH
KABUPATEN BANYUWANGI
TOP 5 KECAMATAN TERDAMPAK
TINGGI
SEDANG
Tegaldlimo
134.112 ha
Pesanggaran
80.250 ha
Sedang
Wongsorejo
46.480 ha
Tinggi
Glenmore
42.198 ha
Sedang
Kalibaru
40.676 ha
Sedang
0 ha Luas Bahaya (Hektar) 140.000 ha
Total Luas Bahaya
556.658 ha KELAS TINGGI
Cakupan Wilayah
25 Kecamatan Terdampak
Kecamatan Tertinggi
Tegaldlimo
134.112 ha (24,09%)
Metode Analisis
SPEI
(Standardized Precipitation-Evapotranspiration Index)
DEFINISI BNPB
“Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan hidup, pertanian, ekonomi, dan lingkungan.”
Made byBobr AI
Dokumen Resmi · Peta Bahaya
DATA KAWASAN RAWAN
KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Kabupaten Banyuwangi — Sumber: Kajian Risiko Bencana 2024–2029
Kategori Area Bencana
HUTAN & LAHAN
No
Nama Kecamatan
Luas Terdampak (ha)
Tingkat Bahaya
01
Pesanggaran
29,651.67
TINGGI
02
Tegaldlimo
16,661.33
TINGGI
03
Wongsorejo
16,049.47
TINGGI
04
Kalipuro
11,314.98
TINGGI
05
Kalibaru
9,560.52
TINGGI
06
Glenmore
8,826.18
TINGGI
Total Area Terdampak
114,550.57 ha
Kelas Bahaya Dominan
TINGGI
Kecamatan Terdampak
17 Kecamatan
Kecamatan Tertinggi
Pesanggaran
Made byBobr AI
PREDIKSI AWAL MUSIM KEMARAU 2026
Sumber: BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur
APRIL
8 KECAMATAN
Banyuwangi
Singojuruh
Blimbingsari
Rogojampi
Kabat
Glagah
Kalipuro
Giri
MEI
11 KECAMATAN
Wongsorejo
Tegaldlimo
Gambiran
Purwoharjo
Siliragung
Muncar
Tegalsari
Srono
Bangorejo
Cluring
Pesanggaran
JUNI
6 KECAMATAN
Songgon
Glenmore
Genteng
Licin
Kalibaru
Sempu
Made byBobr AI
II
PEMERINTAH
KABUPATEN BANYUWANGI
BAB II
REKOMENDASI
Rekomendasi BMKG & Kajian Risiko Bencana
Kabupaten Banyuwangi 2024–2029
Made byBobr AI
REKOMENDASI BMKG
Berdasarkan Prediksi Musim Kemarau 2026
PANGAN & HORTIKULTURA
Penyesuaian varietas padi umur pendek tahan kering & perubahan kalender tanam dari padi ke palawija untuk menjaga produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen
SKPD Pelaksana: Dinas Pertanian dan Pangan, BPP, Bappeda
SUMBER DAYA AIR
Optimalisasi panen air hujan di akhir musim hujan 2025/2026 untuk pengisian waduk guna pemenuhan air konsumsi, PLTA, dan irigasi efisien
SKPD Pelaksana: Dinas PU Pengairan, PUDAM, Bappeda, DLH
KEBENCANAAN
Perencanaan penanggulangan kekurangan air bersih dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
SKPD Pelaksana: BPBD, PUDAM, PU Pengairan, Perhutani, Damkarmat, Diskominfo
Made byBobr AI
Kajian Risiko Bencana Kabupaten Banyuwangi 2024–2029
REKOMENDASI — BENCANA KEKERINGAN
01
01
Pembangunan embung untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau
SKPD Terkait
Dinas PUCKPP, Dinas Pertanian dan Pangan, Bappeda
02
02
Penyediaan anggaran pengembangan/perbaikan jaringan pengamatan iklim di daerah rawan kekeringan
SKPD Terkait
BPBD, BMKG, PU Pengairan
03
03
Pengembangan/perbaikan jaringan pengamatan iklim
SKPD Terkait
BPBD, BMKG, PU Pengairan
04
04
Penerapan reward & punishment dalam konservasi SDA dan rehabilitasi hutan/lahan
SKPD Terkait
DLH, Dinas Kehutanan Provinsi, Dinas Pertanian dan Pangan
05
05
Pemerataan layanan PDAM di seluruh kecamatan
SKPD Terkait
PUDAM
06
06
Sosialisasi dan fasilitasi pembuatan PAH dan sumur resapan
SKPD Terkait
DLH, Dinas PUCKPP
Made byBobr AI
Dokumen Resmi
REKOMENDASI — KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Kajian Risiko Bencana Kabupaten Banyuwangi 2024–2029
6
Fokus Utama
01
Analisis titik rawan kebakaran
Instansi Pelaksana
Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri, BPBD
02
Patroli hutan rutin dan peningkatan pengawasan
Instansi Pelaksana
Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri
03
Deteksi dini kebakaran: menara pengawas, pos jaga, analisa satelit/cuaca, kesiapan alat
Instansi Pelaksana
Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri
04
Penyediaan tampungan air di kawasan rawan kebakaran
Instansi Pelaksana
BPBD, Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri
05
Pemasangan sistem alarm peringatan kebakaran
Instansi Pelaksana
Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri
06
Penyuluhan dan edukasi masyarakat terkait pencegahan karhutla
Instansi Pelaksana
Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri
Made byBobr AI
III
PEMERINTAH
KABUPATEN BANYUWANGI
BAB III
PROYEKSI PRIORITAS
PENANGANAN KEKERINGAN
Distribusi Wilayah & Pembahasan Berdasarkan
Pendekatan MCDM-AHP — 2026
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
KABUPATEN BANYUWANGI  |  TAHUN 2026
Made byBobr AI
Dokumen Resmi
METODOLOGI ANALISIS PRIORITAS
Multi-Criteria Decision Making (MCDM) berbasis Analytic Hierarchy Process (AHP)
Rumus Indeks Risiko (R)
R = (H × V) / (C + 1)
H
Hazard
(Bahaya)
Bobot
0.31
DOMINAN
V
Vulnerability
(Kerentanan)
Bobot
0.58
C
Capacity
(Kapasitas)
Bobot
0.11
Consistency Ratio:
0.004 < 0.1 ✓
Persentil 50
P50= 2.72
Batas Prioritas:
Rendah → Sedang
Persentil 75
P75= 3.26
Batas Prioritas:
Sedang → Tinggi
PRIORITAS TINGGI
Risiko ≥ 3.26
PRIORITAS SEDANG
2.72 ≤ R < 3.26
PRIORITAS RENDAH
Risiko < 2.72
💡
Vulnerability memiliki bobot dominan (0.58) — wilayah dengan kerentanan tinggi menjadi prioritas utama intervensi.
Made byBobr AI
DISTRIBUSI PRIORITAS WILAYAH 2026
Kabupaten Banyuwangi — 25 Kecamatan
PEMERINTAH
KABUPATEN BANYUWANGI
11 Kecamatan
PRIORITAS TINGGI
Risiko ≥ 3.26
4 Kecamatan
PRIORITAS SEDANG
2.72 ≤ Risiko < 3.26
10 Kecamatan
PRIORITAS RENDAH
Risiko < 2.72
Tinggi
Wongsorejo
Tegaldlimo
Singojuruh
Blimbingsari
Kabat
Gambiran
Purwoharjo
Siliragung
Muncar
Bangorejo
Pesanggaran
Sedang
Glagah
Kalipuro
Giri
Cluring
Rendah
Banyuwangi
Rogojampi
Tegalsari
Srono
Songgon
Glenmore
Genteng
Licin
Kalibaru
Sempu
!
Sebagian besar wilayah berada pada risiko tinggi — proporsi wilayah risiko sedang relatif lebih kecil
Made byBobr AI
Dokumen Resmi — Target Analisis Utama
PRIORITAS TINGGI — 11 KECAMATAN
Risiko ≥ 3.26 | Kombinasi Hazard Tinggi, Kerentanan Tinggi, Kapasitas Terbatas
Daftar Wilayah Berisiko
01
Wongsorejo
02
Tegaldlimo
03
Singojuruh
04
Blimbingsari
05
Kabat
06
Gambiran
07
Purwoharjo
08
Siliragung
09
Muncar
10
Bangorejo
11
Pesanggaran
Karakteristik Utama
Nilai kerentanan tinggi (V ≥ 2) pada beberapa wilayah
Kapasitas masih terbatas atau belum optimal
Sebagian wilayah menunjukkan ketergantungan terhadap bantuan air
Singojuruh & Blimbingsari masuk kategori tinggi meskipun tanpa historis kekeringan — rendahnya kapasitas menjadi faktor dominan
Pendekatan vulnerability-dominant berhasil mengidentifikasi wilayah dengan potensi dampak tinggi, bukan hanya ancaman
Made byBobr AI
PRIORITAS SEDANG & RENDAH
Analisis Karakteristik Wilayah Berdasarkan Nilai Risiko
!
PRIORITAS SEDANG
NILAI RISIKO
2.72 – 3.26
4 KECAMATAN
Glagah, Kalipuro, Giri, Cluring
KARAKTERISTIK WILAYAH
Kombinasi hazard dan vulnerability yang moderat
Sudah memiliki beberapa bentuk kapasitas (tandon, pipanisasi, atau dropping)
Risiko masih ada, namun sudah mulai terkelola
CATATAN INTERVENSI
"Intervensi yang diperlukan lebih bersifat optimalisasi dibanding pembangunan baru"
PRIORITAS RENDAH
NILAI RISIKO
< 2.72
10 KECAMATAN
Banyuwangi, Rogojampi, Tegalsari, Srono, Songgon, Glenmore, Genteng, Licin, Kalibaru, Sempu
KARAKTERISTIK WILAYAH
Nilai vulnerability relatif rendah
Kapasitas cukup memadai
Tidak terdapat indikasi tekanan kekeringan signifikan
KASUS MENONJOL
Kec. Banyuwangi: hazard tinggi tetapi kapasitas baik.
Genteng: nilai risiko paling rendah — kapasitas relatif tertinggi
Kapasitas berperan efektif dalam menurunkan risiko, meskipun bukan faktor dominan dalam model
Made byBobr AI
IV
BAB
IV
Bagian Keempat
PROGRAM & STRATEGI
INTERVENSI
Matriks Program–Lokasi–Intervensi Kekeringan & Kemitraan Publik–Swasta
Made byBobr AI
Fokus Area Intervensi
PROGRAM PRIORITAS TINGGI
Cakupan Wilayah: 11 Kecamatan: Wongsorejo, Tegaldlimo, Singojuruh, Blimbingsari, Kabat, Gambiran, Purwoharjo, Siliragung, Muncar, Bangorejo, Pesanggaran
Program
Intervensi Utama
SKPD Pelaksana
Output
Penguatan Ketersediaan Air Baku
Pembangunan embung, sumur bor, jaringan distribusi
PU Pengairan, PUDAM
Meningkatnya akses air bersih
Peningkatan Kapasitas Infrastruktur Air
Pembangunan tandon, pipanisasi, optimalisasi distribusi
PU Pengairan, PUDAM
Infrastruktur air tersedia
Penanganan Darurat Kekeringan
Penyediaan air melalui dropping & mobil tangki
BPBD, PUDAM
Kebutuhan air darurat terpenuhi
Adaptasi Sektor Pertanian
Perubahan kalender tanam, varietas tahan kering
Dinas Pertanian & Pangan, BPP
Penurunan risiko gagal panen
Penguatan Kapasitas Masyarakat
Edukasi konservasi air, PAH, sumur resapan
DLH, BPBD
Kemandirian masyarakat meningkat
Penguatan Sistem Informasi Risiko
Sistem peringatan dini kekeringan
BPBD, BMKG, Diskominfo
Informasi risiko mudah diakses
Made byBobr AI
PROGRAM PRIORITAS SEDANG & RENDAH
Optimalisasi & Pemeliharaan Sistem Penanganan Kekeringan
PRIORITAS SEDANG
Glagah, Kalipuro, Giri, Cluring
Program Utama Bentuk Kegiatan Instansi Pengampu
Optimalisasi Infrastruktur Air Rehabilitasi jaringan, peningkatan kapasitas tandon PU Pengairan, PUDAM
Penguatan Sistem Distribusi Air Perluasan jaringan distribusi PU Pengairan, PUDAM
Efisiensi Pengelolaan Air Pertanian Pengaturan pola tanam & irigasi hemat air Dinas Pertanian dan Pangan
Penguatan Kapasitas Lokal Pelatihan pengelolaan air berbasis masyarakat BPBD, DLH
Monitoring dan Evaluasi Risiko Pemantauan berkala kondisi kekeringan BPBD, BMKG
PRIORITAS RENDAH
10 Kecamatan
Program Utama Bentuk Kegiatan Instansi Pengampu
Pemeliharaan Infrastruktur Air Pemeliharaan jaringan dan sumber air PU Pengairan, PUDAM
Konservasi Sumber Daya Air Perlindungan daerah resapan, penghijauan DLH, Dinas Kehutanan Provinsi
Penguatan Ketahanan Wilayah Pengembangan sistem cadangan air PUCKPP, PUDAM
Monitoring Risiko Monitoring kondisi iklim & potensi kekeringan BPBD, BMKG
Edukasi dan Sosialisasi Edukasi hemat air & kesiapsiagaan BPBD, DLH
Made byBobr AI
STRATEGI KEMITRAAN PUBLIK–SWASTA
Mitigasi Risiko Kekeringan Kabupaten Banyuwangi
1
Pelibatan sektor swasta sebagai strategi penguatan ketahanan daerah
2
Potensi mitra: PT Tirta Investama melalui program CSR
  • Pengelolaan sampah (Banyuwangi Hijau)
  • Sarana air bersih (Desa Benelan Kidul)
  • Dukungan kesehatan masyarakat
3
Potensi sinergi kuat antara pemda dan swasta di sektor air dan lingkungan
4
Belum ada MoU formal yang mengikat
→ Diperlukan penguatan kolaborasi secara struktural
Ruang Lingkup Kerja Sama
Pembangunan & pemeliharaan infrastruktur air bersih di wilayah prioritas tinggi
Pengembangan sistem konservasi air (embung, sumur resapan, rainwater harvesting)
Dukungan distribusi air pada kondisi darurat
Edukasi & pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air
Diperlukan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) yang terstruktur dan berkelanjutan — dari kontribusi insidental (CSR) menuju sistem penanggulangan risiko yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Made byBobr AI
KESIMPULAN & LANGKAH LANJUT
Penanganan Kekeringan Kabupaten Banyuwangi 2026
Kesimpulan Utama
1
Total luas bahaya kekeringan 556,658 ha — kelas TINGGI — mencakup seluruh 25 kecamatan.
2
11 kecamatan berada di PRIORITAS TINGGI, membutuhkan intervensi segera.
3
Pendekatan MCDM-AHP berbasis vulnerability menghasilkan prioritas wilayah yang relevan.
4
Kemitraan publik–swasta (MoU formal) diperlukan untuk penguatan kapasitas jangka panjang.
Langkah Lanjut
Segera aktivasi perencanaan penanganan kekeringan untuk kecamatan prioritas tinggi
(April–Mei 2026)
Penguatan koordinasi lintas SKPD secara intensif
(BPBD, PU Pengairan, PUDAM, DLH, Dinas Pertanian)
Formalisasi kemitraan swasta melalui penandatanganan MoU
(PT Tirta Investama & Pemangku kepentingan lainnya)
Aktivasi sistem peringatan dini dan operasional
(Monitoring intensif berbasis data curah hujan BMKG)
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH — KABUPATEN BANYUWANGI
APRIL 2026
Made byBobr AI
Bobr AI

DESIGNER-MADE
PRESENTATION,
GENERATED FROM
YOUR PROMPT

Create your own professional slide deck with real images, data charts, and unique design in under a minute.

Generate For Free

Strategi Penanganan Kekeringan Banyuwangi 2026

Rekomendasi dan strategi BPBD Banyuwangi untuk penanganan kekeringan dan karhutla musim kemarau 2026 berdasarkan analisis risiko dan data BMKG.

REKOMENDASI & STRATEGI<br><span style="color: #8B3A2A;">PENANGANAN KEKERINGAN</span>

Proyeksi Prioritas Berdasarkan Prediksi<br>Musim Kemarau 2026 &mdash; Kabupaten Banyuwangi

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH<br><span style="color: #1A1A1A;">KABUPATEN BANYUWANGI &nbsp;|&nbsp; APRIL 2026</span>

STRUKTUR DOKUMEN

Rekomendasi, Proyeksi & Strategi Penanganan Kekeringan 2026

01

DATA KAWASAN RAWAN

Peta Bahaya Kekeringan & Kebakaran Hutan/Lahan

02

REKOMENDASI

Rekomendasi BMKG & Kajian Risiko Bencana 2024–2029

03

PROYEKSI PRIORITAS

Distribusi & Pembahasan Prioritas Penanganan Kekeringan 2026

04

PROGRAM & STRATEGI

Matriks Program–Lokasi–Intervensi & Kemitraan Publik–Swasta

BAB I

DATA KAWASAN<br>RAWAN BENCANA

Peta Bahaya Kekeringan & Kebakaran Hutan<br>dan Lahan &mdash; Kabupaten Banyuwangi

PETA BAHAYA KEKERINGAN

Kabupaten Banyuwangi &mdash; Sumber: Kajian Risiko Bencana 2024&ndash;2029

DATA KAWASAN RAWAN<br><span style="color: #8B3A2A;">KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN</span>

Kabupaten Banyuwangi &mdash; Sumber: Kajian Risiko Bencana 2024&ndash;2029

Total Area Terdampak

114,550.57 <span style="font-size: 20px; color: #8B3A2A;">ha</span>

Kelas Bahaya Dominan

<span style="color: #C62828;">TINGGI</span>

Kecamatan Terdampak

17 <span style="font-size: 20px; color: #8B3A2A;">Kecamatan</span>

Kecamatan Tertinggi

Pesanggaran

PREDIKSI AWAL MUSIM KEMARAU 2026

Sumber: BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur

APRIL

8 KECAMATAN

<div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Banyuwangi</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Singojuruh</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Blimbingsari</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Rogojampi</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Kabat</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Glagah</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Kalipuro</div></div><div style="display: flex; align-items: center;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #D4700A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Giri</div></div>

MEI

11 KECAMATAN

<div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Wongsorejo</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Tegaldlimo</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Gambiran</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Purwoharjo</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Siliragung</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Muncar</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Tegalsari</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Srono</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Bangorejo</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Cluring</div></div><div style="display: flex; align-items: center;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #8B3A2A; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Pesanggaran</div></div>

JUNI

6 KECAMATAN

<div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #4A2016; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Songgon</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #4A2016; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Glenmore</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #4A2016; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Genteng</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #4A2016; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Licin</div></div><div style="display: flex; align-items: center; margin-bottom: 16px;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #4A2016; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Kalibaru</div></div><div style="display: flex; align-items: center;"><div style="width: 10px; height: 10px; background-color: #4A2016; margin-right: 20px; flex-shrink: 0; transform: rotate(45deg);"></div><div style="font-size: 24px; color: #2C2C2C; font-weight: 700; flex: 1;">Sempu</div></div>

REKOMENDASI

Rekomendasi BMKG &amp; Kajian Risiko Bencana<br>Kabupaten Banyuwangi 2024&ndash;2029

REKOMENDASI BMKG

Berdasarkan Prediksi Musim Kemarau 2026

PANGAN & HORTIKULTURA

Penyesuaian varietas padi umur pendek tahan kering & perubahan kalender tanam dari padi ke palawija untuk menjaga produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen

Dinas Pertanian dan Pangan, BPP, Bappeda

SUMBER DAYA AIR

Optimalisasi panen air hujan di akhir musim hujan 2025/2026 untuk pengisian waduk guna pemenuhan air konsumsi, PLTA, dan irigasi efisien

Dinas PU Pengairan, PUDAM, Bappeda, DLH

KEBENCANAAN

Perencanaan penanggulangan kekurangan air bersih dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

BPBD, PUDAM, PU Pengairan, Perhutani, Damkarmat, Diskominfo

REKOMENDASI &mdash; BENCANA KEKERINGAN

Kajian Risiko Bencana Kabupaten Banyuwangi 2024&ndash;2029

Pembangunan embung untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau

Dinas PUCKPP, Dinas Pertanian dan Pangan, Bappeda

Penyediaan anggaran pengembangan/perbaikan jaringan pengamatan iklim di daerah rawan kekeringan

BPBD, BMKG, PU Pengairan

Pengembangan/perbaikan jaringan pengamatan iklim

BPBD, BMKG, PU Pengairan

Penerapan reward & punishment dalam konservasi SDA dan rehabilitasi hutan/lahan

DLH, Dinas Kehutanan Provinsi, Dinas Pertanian dan Pangan

Pemerataan layanan PDAM di seluruh kecamatan

PUDAM

Sosialisasi dan fasilitasi pembuatan PAH dan sumur resapan

DLH, Dinas PUCKPP

Analisis titik rawan kebakaran

Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri, BPBD

Patroli hutan rutin dan peningkatan pengawasan

Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri

Deteksi dini kebakaran: menara pengawas, pos jaga, analisa satelit/cuaca, kesiapan alat

Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri

Penyediaan tampungan air di kawasan rawan kebakaran

BPBD, Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri

Pemasangan sistem alarm peringatan kebakaran

Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri

Penyuluhan dan edukasi masyarakat terkait pencegahan karhutla

Perhutani, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Meru Betiri

PROYEKSI PRIORITAS<br><span style="color: #8B3A2A;">PENANGANAN KEKERINGAN</span>

Distribusi Wilayah & Pembahasan Berdasarkan<br>Pendekatan MCDM-AHP &mdash; 2026

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH<br><span style="color: #1A1A1A;">KABUPATEN BANYUWANGI &nbsp;|&nbsp; TAHUN 2026</span>

METODOLOGI ANALISIS PRIORITAS

Multi-Criteria Decision Making (MCDM) berbasis Analytic Hierarchy Process (AHP)

DISTRIBUSI PRIORITAS WILAYAH 2026

Kabupaten Banyuwangi &mdash; 25 Kecamatan

11

PRIORITAS TINGGI

Risiko &ge; 3.26

Wongsorejo<br>Tegaldlimo<br>Singojuruh<br>Blimbingsari<br>Kabat<br>Gambiran<br>Purwoharjo<br>Siliragung<br>Muncar<br>Bangorejo<br>Pesanggaran

4

PRIORITAS SEDANG

2.72 &le; Risiko &lt; 3.26

Glagah<br>Kalipuro<br>Giri<br>Cluring

10

PRIORITAS RENDAH

Risiko &lt; 2.72

Banyuwangi<br>Rogojampi<br>Tegalsari<br>Srono<br>Songgon<br>Glenmore<br>Genteng<br>Licin<br>Kalibaru<br>Sempu

Sebagian besar wilayah berada pada risiko tinggi &mdash; proporsi wilayah risiko sedang relatif lebih kecil

PRIORITAS TINGGI &mdash; 11 KECAMATAN

Risiko &ge; 3.26 | Kombinasi Hazard Tinggi, Kerentanan Tinggi, Kapasitas Terbatas

Wongsorejo

Tegaldlimo

Singojuruh

Blimbingsari

Kabat

Gambiran

Purwoharjo

Siliragung

Muncar

Bangorejo

Pesanggaran

Karakteristik Utama

Nilai kerentanan tinggi (V &ge; 2) pada beberapa wilayah

Kapasitas masih terbatas atau belum optimal

Sebagian wilayah menunjukkan ketergantungan terhadap bantuan air

Singojuruh &amp; Blimbingsari masuk kategori tinggi meskipun tanpa historis kekeringan &mdash; rendahnya kapasitas menjadi faktor dominan

Pendekatan vulnerability-dominant berhasil mengidentifikasi wilayah dengan potensi dampak tinggi, bukan hanya ancaman

PRIORITAS SEDANG & RENDAH

Analisis Karakteristik Wilayah Berdasarkan Nilai Risiko

2.72 &ndash; 3.26

Glagah, Kalipuro, Giri, Cluring

Kombinasi hazard dan vulnerability yang moderat

Sudah memiliki beberapa bentuk kapasitas (tandon, pipanisasi, atau dropping)

Risiko masih ada, namun sudah mulai terkelola

Intervensi yang diperlukan lebih bersifat optimalisasi dibanding pembangunan baru

&lt; 2.72

Banyuwangi, Rogojampi, Tegalsari, Srono, Songgon, Glenmore, Genteng, Licin, Kalibaru, Sempu

Nilai vulnerability relatif rendah

Kapasitas cukup memadai

Tidak terdapat indikasi tekanan kekeringan signifikan

<strong>Kec. Banyuwangi:</strong> hazard tinggi tetapi kapasitas baik.<div style="margin-top:6px"><strong>Genteng:</strong> nilai risiko paling rendah &mdash; kapasitas relatif tertinggi</div>

Kapasitas berperan efektif dalam menurunkan risiko, meskipun bukan faktor dominan dalam model

PROGRAM & STRATEGI<br>INTERVENSI

Matriks Program–Lokasi–Intervensi Kekeringan & Kemitraan Publik–Swasta

PROGRAM PRIORITAS TINGGI

11 Kecamatan: Wongsorejo, Tegaldlimo, Singojuruh, Blimbingsari, Kabat, Gambiran, Purwoharjo, Siliragung, Muncar, Bangorejo, Pesanggaran

Penguatan Ketersediaan Air Baku

Pembangunan embung, sumur bor, jaringan distribusi

PU Pengairan, PUDAM

Meningkatnya akses air bersih

Peningkatan Kapasitas Infrastruktur Air

Pembangunan tandon, pipanisasi, optimalisasi distribusi

PU Pengairan, PUDAM

Infrastruktur air tersedia

Penanganan Darurat Kekeringan

Penyediaan air melalui dropping & mobil tangki

BPBD, PUDAM

Kebutuhan air darurat terpenuhi

Adaptasi Sektor Pertanian

Perubahan kalender tanam, varietas tahan kering

Dinas Pertanian & Pangan, BPP

Penurunan risiko gagal panen

Penguatan Kapasitas Masyarakat

Edukasi konservasi air, PAH, sumur resapan

DLH, BPBD

Kemandirian masyarakat meningkat

Penguatan Sistem Informasi Risiko

Sistem peringatan dini kekeringan

BPBD, BMKG, Diskominfo

Informasi risiko mudah diakses

PROGRAM PRIORITAS SEDANG & RENDAH

Optimalisasi & Pemeliharaan Sistem Penanganan Kekeringan

PRIORITAS SEDANG

Glagah, Kalipuro, Giri, Cluring

PRIORITAS RENDAH

10 Kecamatan

Optimalisasi Infrastruktur Air

Rehabilitasi jaringan, peningkatan kapasitas tandon

PU Pengairan, PUDAM

Penguatan Sistem Distribusi Air

Perluasan jaringan distribusi

PU Pengairan, PUDAM

Efisiensi Pengelolaan Air Pertanian

Pengaturan pola tanam & irigasi hemat air

Dinas Pertanian dan Pangan

Penguatan Kapasitas Lokal

Pelatihan pengelolaan air berbasis masyarakat

BPBD, DLH

Monitoring dan Evaluasi Risiko

Pemantauan berkala kondisi kekeringan

BPBD, BMKG

Pemeliharaan Infrastruktur Air

Pemeliharaan jaringan dan sumber air

PU Pengairan, PUDAM

Konservasi Sumber Daya Air

Perlindungan daerah resapan, penghijauan

DLH, Dinas Kehutanan Provinsi

Penguatan Ketahanan Wilayah

Pengembangan sistem cadangan air

PUCKPP, PUDAM

Monitoring Risiko

Monitoring kondisi iklim & potensi kekeringan

BPBD, BMKG

Edukasi dan Sosialisasi

Edukasi hemat air & kesiapsiagaan

BPBD, DLH

STRATEGI KEMITRAAN PUBLIK–SWASTA

Mitigasi Risiko Kekeringan Kabupaten Banyuwangi

Pelibatan sektor swasta sebagai strategi penguatan ketahanan daerah

Potensi mitra: PT Tirta Investama melalui program CSR

Pengelolaan sampah (Banyuwangi Hijau)

Sarana air bersih (Desa Benelan Kidul)

Dukungan kesehatan masyarakat

Potensi sinergi kuat antara pemda dan swasta di sektor air dan lingkungan

Belum ada MoU formal yang mengikat

&rarr; Diperlukan penguatan kolaborasi secara struktural

Ruang Lingkup Kerja Sama

Pembangunan & pemeliharaan infrastruktur air bersih di wilayah prioritas tinggi

Pengembangan sistem konservasi air <span style="font-weight: 400; color: #7A7A7A;">(embung, sumur resapan, rainwater harvesting)</span>

Dukungan distribusi air pada kondisi darurat

Edukasi & pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air

Diperlukan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) yang terstruktur dan berkelanjutan &mdash; <span style="font-weight: 400; color: rgba(245, 240, 232, 0.85);">dari kontribusi insidental (CSR) menuju sistem penanggulangan risiko yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.</span>

KESIMPULAN & LANGKAH LANJUT

Penanganan Kekeringan Kabupaten Banyuwangi 2026

Total luas bahaya kekeringan <strong style="color: #8B3A2A;">556,658 ha</strong> &mdash; kelas <strong>TINGGI</strong> &mdash; mencakup seluruh 25 kecamatan.

<strong style="color: #8B3A2A;">11 kecamatan</strong> berada di <strong>PRIORITAS TINGGI</strong>, membutuhkan intervensi segera.

Pendekatan MCDM-AHP berbasis vulnerability menghasilkan prioritas wilayah yang relevan.

Kemitraan publik&ndash;swasta (MoU formal) diperlukan untuk penguatan kapasitas jangka panjang.

Segera aktivasi perencanaan penanganan kekeringan untuk kecamatan prioritas tinggi <br><span style="color: #8B3A2A; font-weight: 700; font-size: 20px;">(April&ndash;Mei 2026)</span>

Penguatan koordinasi lintas SKPD secara intensif <br><span style="font-size: 20px; color: #777777;">(BPBD, PU Pengairan, PUDAM, DLH, Dinas Pertanian)</span>

Formalisasi kemitraan swasta melalui penandatanganan MoU <br><span style="font-size: 20px; color: #777777;">(PT Tirta Investama &amp; Pemangku kepentingan lainnya)</span>

Aktivasi sistem peringatan dini dan operasional<br><span style="font-size: 20px; color: #777777;">(Monitoring intensif berbasis data curah hujan BMKG)</span>

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH &mdash; KABUPATEN BANYUWANGI

APRIL 2026

  • kekeringan
  • banyuwangi
  • bpbd
  • mitigasi-bencana
  • karhutla
  • kemarau-2026
  • manajemen-risiko